Senin, 07 Oktober 2013

Saat Kawan Merajai Rasa Kagumku


Langit biru yang terlihat sejuk kini mendidih
Jutaan debu pun berlari menghempas tubuhku
membawaku terjerembab
Masuk ke dalam jeritan Batinku
Seolah hanya untaian rasa
Yang dapat kupertahankan saat ini

    Rona bahagiaku sirna seketika
Mulai mengumbar luka perih dalam dada
  Ketika kedatangannya memang tak ku inginkan
  Kemudian merobek nada bahagiaku
  Dan menggantinya dengan tetesan pedih di mata
                           Hadirnya memang menyakitkan
                           Namunku percaya sebuah rzsa dibalik perih
                           Masih tersimpan suatu isyarat
                           Isyarat raga kan tertawa setelahnyaTapiiiii....
                           Perih memang tak dapat kusembunyikan
                           Meski sesaat merajai pedih

Ia memberi sepercik makna
Beranjak dalam seberkas harapan yang harus kulupakan
Walau masih terselip bayanganmu yang melekat dalam pikiranku
Tpi....
Aku harus bijak dari ego yang merasukki batinku
Mencoba tuk melenyapkan rasa itu
Lalu menutup perihku dengan sebuah senyuman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar